25 April 2017

Wisuda UT Pusat, Akhir Perjalanan Manis


Setelah berminggu-minggu tak mengisi diary, akhirnya saya putuskan hari ini nulis juga.
Kali ini mau membahas tentang wisuda di UT Pusat.
Ya akhirnya saya berhasil mendapatkan kesempatan untuk wisuda di UT Pusat. Dan saingannya benar-benar... ya Allah, beratnya... dengan Desi, rekan seangkatan yang memang selalu bersaing tapi berteman baik ini, selisih nilai IPK kami hanya sekitar 0,02... so, it is so close!


Wisuda UT Pusat itu beda loh dengan UPI (Upacara Penyerahan Ijazah)
Pertama Wisuda UT Pusat hanya untuk para mahasiswa terpilih dari setiap UPBJJ, baik daerah maupun luar negeri yang dilangsungkan di UT Pondok Cabe. Sementara UPI hanya dihadiri oleh mahasiswa dari satu UPBJJ, yang dilakukan di kota masing-masing. Namun, khusus untuk Jakarta, UPI juga diadakan di UT Pondok Cabe.

Kedua Wisuda UT Pusat dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan dan dilaksanakan oleh UT Pusat (sesuai kalender akademik) sementara UPI ditentukan dan dilaksanakan oleh UPBJJ masing-masing (sesuai informasi UPBJJ)

Ketiga Wisuda UT Pusat dihadiri dan diresmikan (eh ini bahasanya tepat gak sih, sorry ye kalo salah) oleh Rektor dan seluruh Dekan yang biasanya hanya kita jumpai di Tuton. Sementara UPI dihadiri oleh para pejabat UPBJJ masing-masing, kecuali ada Dekan atau Dosen yang diundang.

Keempat Wisuda UT Pusat berlangsung 2 hari. Hari pertama ada Seminar Akhir dan Hari Kedua baru upacara wisuda. Upacara Wisudanya berlangsung khidmat sebagaimana wisuda di kampus reguler pada umumnya. Sedangkan untuk UPI saya belum mendapat gambaran jelas, tapi kalau dengar dari informasi teman hanya satu hari dan sudah termasuk Seminar Akhir. Entah ini benar atau tidak.

Kelima Wisuda UT Pusat begitu meriah, ramai dan penuh warna. Bayangkan saja para mahasiswa berkumpul dari berbagai daerah dan negara, dengan berbagai logat dan budaya. Suasana Seminar berlangsung serius tapi santai, bahkan mengocok perut karena warna-warni budaya ini. Saya bahkan harus bilang... inilah mengapa Wisuda UT Pusat itu bagai mendapat tiket menuju kesempatan yang langka. Kesempatan untuk bertemu teman-teman dari berbagai daerah dan negara, kesempatan untuk melihat Indonesia lebih luas.

Jadi bagaimana agar bisa terpilih?
Mereka yang terpilih adalah mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi, dan masa tempuh belajar yang paling cepat/sesuai pada UPBJJ masing-masing. Kuotanya juga tergantung jumlah mahasiswa dari UPBJJ tersebut. Sebagai contoh UPBJJ Jakarta dari jurusan saya wisuda sebelumnya hanya mengirim 1 orang, tapi periode ini mengirim 2 orang. Sedangkan dari Semarang cukup banyak, saat duduk kemarin ada 3-4 orang.  
Soal IPK, ya nasib-nasiban juga... kalau lagi banyak yang diwisuda (1 SK) maka harus setidaknya punya IPK di atas 3,5. Tapi kemarin, dari daerah dan luar negeri, ada yang hanya 3,2 (Bogor) dan 3,0 (lupa dari mana).
Hanya saja, karena Jakarta termasuk UPBJJ dengan mahasiswa paling banyak. Persaingannya juga lumayan ketat, terutama di jurusan yang paling banyak peminatnya. Dalam 1 SK kemarin ada 25 orang yang lulus bareng saya, jadi bayangkan sulitnya bersaing dengan mereka. Untungnya dari awal saya sudah menjaga agar IPK saya selalu di atas 3,5 untuk bisa terpilih.

Saya mendapat informasi tambahan dari teman-teman di UT Daerah dan Luar Negeri, jadi kalau di daerah meski tidak terpilih, mahasiswa bisa mengajukan diri untuk wisuda di UT Pusat selama bersedia menanggung seluruh biaya sendiri. Jadi mereka diharuskan mengajukan semacam surat permintaan undangan kepada UPBJJ masing-masing. Meski begitu, kuota tiap daerah juga terbatas loh, pengajuan undangan baru bisa diterima apabila mahasiswa yang terpilih menyatakan mengundurkan diri atau tidak sanggup wisuda di UT Pusat karena berbagai alasan. Sedangkan untuk UPBJJ Jakarta, hal ini tidak berlaku. Kalau mundur ya wis... lenyap tanpa ada pengganti.

Jika terpilih, apa yang harus dilakukan?                   
Sujud syukur dulu.... Alhamdulillah...
Setelah mengetahui kalau Anda terpilih, baca lagi SK Rektor tersebut hingga ke bagian bawah karena biasanya ada pemberitahuan dari pihak UPBJJ kapan Anda diharuskan datang untuk mendaftar dan memperoleh undangan. Ingat ada masa pendaftarannya loh... jadi jangan datang sebelum waktunya, percuma!

Selama menunggu waktu untuk masa mendaftar, atau mempertimbangkan biaya. Maka sebaiknya Anda mengetahui beberapa hal bahwa tidak semua biaya ditanggung oleh UPBJJ atau UT Pusat. Biaya yang tidak termasuk yaitu:
·         Transportasi pulang pergi ke UT Pondok Cabe
·         Biaya penginapan/wisma/homestay, makan malam H1 dan makan siang H2
·         Biaya rias, sewa kebaya atau pakaian formal, sanggul/hijab

Sementara itu, jika Anda terpilih dan ikut acara wisuda di UT Pusat, maka berikut ini akan menjadi hak Anda yaitu:
·         Perlengkapan Toga
·         Snack dan makan siang untuk peserta (Seminar) dan Snack untuk keluarga serta wisudawan (Acara Wisuda)
·         Sertifikat Seminar Akhir (diberikan usai acara Seminar)
·         Tas dan dokumen file berisi ijazah, SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah), Transkrip asli dan legalisir ijazah serta transkrip nilai masing-masing 5 lembar.
·         Foto wisuda 2 lembar saat bersalaman dari sebelah kanan dan kiri, yang diberikan usai Acara Wisuda berlangsung.

Kalau udah gini, pasti nanya soal biaya yang harus dikeluarkan kan? Hehehe... Baiklah.
Pilihan untuk penginapan/hotel yang pertama adalah Wisma UT. Kalau harga normal yang tercantum di website memang lumayan banget, tapi jika yang akan menginap adalah mahasiswa maka ada harga diskon khusus loh. Harga sewanya mulai 550 ribu sampai 1 juta permalam tergantung kamarnya.

Sedangkan pilihan lain untuk tempat tinggal adalah rumah-rumah sekitar komplek UT Pondok Cabe, ada rumah-rumah penduduk yang disulap menjadi homestay bagi para mahasiswa dengan budget terbatas. Kalau yang diinformasikan ke saya, harganya antara 150 ribu sampai 250 ribu.

Namun, kalau sejujurnya ditanya mana pilihan terbaik. Saya akan memilih di Wisma. Selain lebih dekat dengan UTCC, tempat Seminar dan Acara Wisuda berlangsung, kondisi Wisma juga lebih baik dan lebih nyaman. Soal harga sebenarnya kurang lebih saja. Kalau kita bisa berbagi dengan teman yang lain, harga minimal tersebut pun masih bisa dibagi bersama. Ketika saya memperlihatkan kamar Wisma tempat menginap pada teman yang memilih menginap di luar, mereka seperti menyesal. Bedanya hanya 100rb-an tapi kenyamanannya sungguh sangat berbeda. Gak ribet karena harus jauh jalan kaki memutar.

Setelah menentukan penginapan atau hotel, sekarang menentukan berapa lama harus menginap.
Seminar Akhir dimulai sekitar pukul 8 pagi, tapi terlambat sedikit tidak apa-apa selama ada alasan dan pemberitahuan yang jelas. Tapi ingat... ada masa pendaftaran bagi para peserta sehari sebelumnya yang terbatas hanya 2 hari kerja. Jangan menunggu sampai batas akhir waktu, karena pendaftaran di jam-jam terakhir justru padat. Anda juga masih harus mengambil toga, mendaftar untuk foto (gratis) dan mendaftar sebagai Alumni di IKA (membayar uang keanggotaan Rp. 35.000).

Kalau ingin berhemat tapi kondisi tidak memungkinkan Anda bolak balik maka pilihlah 2 hari menginap. Hari pertama menginap bersama rekan-rekan lain (sharing room) dan di hari kedua baru menginap bersama keluarga (jika keluarga juga akan hadir)

Untuk makanan, kalau Anda keluar dari komplek UT Pusat, banyak pilihan makanan murah meriah di sepanjang jalan Cabe Raya. Dengan harga mulai 10-15rb, perut sudah kenyang. Atau kalau malas keluar, bisa pesan menggunakan aplikasi delivery online. Kalau Anda tak paham dengan aplikasi semacam ini karena berasal dari daerah, coba dekati teman-teman yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung... Eits, bolehlah sambil ditraktir kalo ikhlas hihihi #Kumat becanda deh... Tapi ini beneran loh, waktu saya menginap, saya memesankan makanan untuk beberapa teman dari daerah melalui aplikasi online seperti Pizza dan ayam goreng... sayangnya saya memilih soto ayam untuk diri sendiri hihihi, selera rakyat ini mah...

Pertanyaan terakhir yang saya dapatkan dari grup mahasiswa adalah... Undangan keluarga
Jadi selama wisuda berlangsung, seluruh peserta akan mendapat undangan untuk keluarga sebanyak 2 orang. Tapi undangan ini hanya berlaku untuk yang telah berusia di atas 13 tahun. Jadi bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, atau jumlah keluarga lebih dari 2 orang, maka bisa menyaksikan proses wisuda dari ruang PELMA atau di luar melalui media televisi. Keluarga yang jauh juga bisa loh menyaksikannya via Youtube secara live.

Sebagai informasi pengalaman saja, kata putri-putri saya yang memilih menyaksikan dari ruang PELMA, justru mereka bisa melihat saya dengan leluasa termasuk saat nama saya dipanggil. Sementara suami dan putra saya yang menyaksikan dari balkon atas UTCC justru kesulitan melihat bahkan memotret saya.

Jadi segitu dulu ya berbagi pengalaman di wisuda UT. Tetap belajar dengan penuh semangat karena ketika kita melangkah, dan bertemu dengan orang-orang hebat, kita akan tahu betapa hidup ini penuh dengan tantangan sekaligus kebahagiaan. Rasanya? Gak bisa digambarin deh... Mungkin bisa dibayangkan seperti ini...
Saya, mendadak drop dan jatuh sakit malam hari pertama menginap di wisma bahkan sempat dilarikan ke UGD RS terdekat, tapi esok pagi masih bisa ikut setelah memilih pulang paksa. Setelah seminar, saya memilih diinfus sebanyak 2,5 botol sampai besok pagi agak seger meski masih terasa sakit. Namun saat berjalan dan mengikuti prosesi wisuda, everything is gone!!! Yang tersisa cuma rasa bahagia... meski seluruh keluarga dan teman yang tahu... super deg-degan membayangkan ibu setinggi dan sebesar saya mendadak jatuh pengsan, hehehe....

Thanks ya buat Ayah, buat anak-anak dan buat teman-teman. Without you all, I am nothing... Now, I gave you the best appreciation. Thank you so much and I love you all.

Tidak ada komentar: